Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi, Bagaimana Membedakannya?

Kronologis & Peristiwa

Selamat siang Tim KlinikHukum.id. Saya mahasiswa baru di Fakultas Hukum di salah satu universitas negeri di Indonesia. Di dalam praktek saya sering mendengar istilah perbuatan melawan hukum dan wanprestasi, khususnya ketika saya mengikuti berita – berita di persidangan. Namun saya belum begitu paham dengan maksud dari kedua istilah tersebut.

Pertanyaan

Apa pengertian perbuatan melawan hukum dan wanprestasi?

Jawaban:

Saudara penanya, terima kasih atas pertanyaan anda. Pada dasarnya pertanyaan ini sangat dasar bagi seorang mahasiswa fakultas hukum, namun karena anda mahasiswa baru, maka hal itu bisa dimaklumi. Perbuatan melawan hukum dan wanprestasi adalah dua hal utama yang sering mendasari diajukannya gugatan ke pengadilan.

Ketentuan tentang perbuatan melawan hukum dapat kita baca pada pasal 1365 KUH Perdata (BW), dimana disebutkan bahwa:

“Setiap perbuatan melawan hukum yang oleh karenanya menimbulkan kerugian pada orang lain, mewajibkan orang yang karena kesalahannya menyebabkan kerugian itu mengganti kerugian”

Dari bunyi pasal tersebut kemudian  dapat diurai empat unsur yang harus terpenuhi sehingga perbuatan tertentu memenuhi kualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum, yaitu:

  1. Perbuatan yang melawan undang – undang.
  2. Ada kesalahan.
  3. Ada kerugian yang ditimbulkan.
  4. Adanya hubungan kausal antara perbuatan dan kerugian.

Tetapi dalam perkembangannya, pengertian perbuatan melawan hukum diperluas menjadi tidak hanya sebatas perbuatan yang bertentangan dengan undang – undang, tapi lebih luas  pada perbuatan yang melanggar kesusilaan atau kepantasan dalam pergaulan hidup masyarakat. Hal ini mengacu pada putusan Hoge Raad negeri Belanda tanggal 31 Januari 1919 dalam kasus Lindenbaum versus Cohen.

Baca Juga:  Kelebihan Mediasi Sebagai Model Penyelesaian Sengketa Yang Efektif

Selanjutnya wanprestasi secara sederhana dapat dipahami sebagai keadaan tidak dipenuhinya prestasi atau kewajiban oleh salah satu pihak yang membuat perjanjian. Menurut pasal 1234 KUH Perdata, termasuk prestasi dalam hal ini adalah:

  1. Memberikan sesuatu;
  2. Berbuat sesuatu; dan
  3. Tidak berbuat sesuatu.

Oleh karena itu, sebagai kesimpulan bahwa perbuatan melawan hukum timbul karena pelanggaran pada undang – undang dan kepatutan atau kepantasan yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan wanprestasi timbul karena adanya pelanggaran pada perjanjian.

Terima kasih,

Tim KlinikHukum.id

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 1 / 5. 1

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 340 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi