Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum Kami Ajukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Perbedaan Sistem Hukum Eropa Kontinental Dan Anglo Saxon

4.2
(23)

Sistem hukum Eropa Kontinental dan Anglo Saxon adalah dua sistem hukum yang paling banyak dianut oleh negara – negara di dunia. Meskipun terdapat beberapa sistem hukum yang lain, seperti hukum agama dan adat, namun dua sistem hukum tersebut adalah yang paling dominan, dimana salah satunya, yakni sistem hukum Eropa Kontinental adalah sistem hukum yang dianut di Indonesia. Oleh karena itu pada artikel kali, saya akan menguraikan perbedaan sistem hukum tersebut.

Sistem Hukum Eropa Kontinental

Sistem hukum ini juga dikenal dengan istilah civil law system atau sistem hukum sipil.  Sistem hukum adalah yang paling banyak digunakan di antara sistem hukum yang lain, dimana hampir 60% penduduk bumi tinggal di negara yang menganut sistem hukum ini. Perkembangan awal sistem ini dimulai di negara –  negara di daratan benua Eropa, seperti Jerman, Perancis dan Belanda.

Prinsip pokok yang dianut oleh sistem hukum ini adalah bahwa hukum hanya akan memiliki daya ikat apabila diwujudkan dalam peraturan perundang – undangan yang tersusun secara sistematis menjadi sebuah kodifikasi atau kompilasi. Berdasarkan prinsip tersebut maka penekanan utama sistem ini adalah kepastian hukum, dimana hanya dapat diwujudkan melalui sebuah peraturan hukum yang tertulis. Dengan demikian yang menjadi sumber hukum utama pada sistem hukum ini adalah undang – undang yang dibuat oleh badan legislatif atau badan eksekutif berdasarkan kewenangan yang dimilikinya serta kebiasaan – kebiasaan yang berlaku di masyarakat.

Kategorisasi hukum juga menjadi ciri khas sistem hukum eropa kontinental, dimana hukum dibagi menjadi dua kelompok, yakni hukm privat dan hukum publik. Dari masing – masing kelompok tersebut meliputi bidang hukum yang berbeda. Hukum privat meliputi hukum perdata dan hukum dagang serta hukum perdata internasional, sedangkan hukum publik meliputi hukum pidana, hukum tata negara dan hukum international publik. Namun seiring dengan perkembangan zaman, kategorisasi hukum seperti itu semakin kabur ditandai dengan munculnya bidang hukum baru yang memiliki nuansa publik serta privat sekaligus, misalnya hukum ekonomi, hukum lingkungan dan lain sebagainya.

Ciri lain dari sistem hukum Eropa Kontinental adalah bahwa hakim tidak memiliki kebebasan untuk menciptakan hukum baru sebagaimana yang dimiliki oleh hakim di negara – negara dengan sistem anglo saxon. Ia hanya berwenang  menetapkan dan menafsirkan peraturan hukum yang ada. Meskipun demikian hakim tetap dapat melakukan penemuan hukum dengan menggunakan metode tertentu. Membuat dan memodifikasi hukum bukanlah tugas hakim tetapi tugas badan legislatif dan eksekutif.

Baca Juga:  Pengertian Tertangkap Tangan Menurut KUHAP

Adapun negara – negara yang menganut sistem eropa kontinental, yaitu sebagai berikut: Albania, Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Brazil, Chili, Republik Ceko, Denmark, Republik Dominika, Ekuador, Estonia, Finlandia, Guatemala, Haiti, Hongaria, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kolombia, Kroasia, Latvia, Lituania, Luxemburg, Makau, Malta, Meksiko, Norwegia, Panama, Perancis, Peru, Polandia, Portugal, Rusia, Slowakia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam dan Yunani.

Sistem Hukum Anglo Saxon

Common Law System dan Unwritten Law  adalah istilah lain yang juga biasa digunakan untuk merujuk pada sistem anglo saxon. Perkembangan sistem hukum ini dimulai di Inggris kemudian terus berkembang di negara – negara bekas koloninya. Pada sistem hukum ini hakim memiliki fungsi sentral, yakni sebagai pencipta hukum melalui putusan – putusannya atau juga dikenal dengan istilah judge made law. Putusan – putusan hakim itulah yang memberi kepastian hukum sekaligus merupakan sumber hukum utama. Ciri tidak tertulis (unwritten) melekat pada sistem hukum ini, meskipun tidak selalu demikian karena tetap saja terdapat sumber – sumber hukum  yang tertulis. Kebiasan – kebiasan dan peraturan administrasi negara juga merupakan sumber hukum yang diakui.

Negara – negara yang menganut sistem anglos saxon adalah; Inggris, Amerika Serikat, Australian,  Hong Kong, India, Republik Irlandia, Kanada, Pakistan dan Selandia Baru.

Baca juga artikel: “Penjelasan Tentang Doktrin Stare Decisis Dalam Ilmu Hukum”

Kesimpulan:

Perbedaan Sistem hukum eropa kontinental dan anglo saxon nampak cirinya masing – masing.  Sistem hukum eropa kontinental memiliki ciri utama yaitu; hukum tertulis dan terkodifikasi, terdapat pembidangan hukum, hukum dibuat oleh legislatif dan eksekutif dan hakim tidak bebas menciptakan hukum. Sedangkan ciri utama sistem hukum anglo saxon adalah hakim memiliki peranan sentral sebagai pencipta hukum, putusan hakim adalam sumber hukum utama, umumnya hukum tidak tertulis dan tidak terkodifikasi.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4.2 / 5. 23

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini


Tim KlinikHukum.id

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.
(Visited 4,404 times, 25 visits today)

Kesulitan membuat kontrak?

Hubungi kami sekarang!

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi