Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum Kami Ajukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Penjelasan Tentang Doktrin Stare Decisis Dalam Ilmu Hukum

5
(2)

Doktrin Stare Decisis adalah adalah doktrin hukum yang dianut oleh negara – negara yang menggunakan system hukum Common Law atau Anglo Saxon, misalnya Inggris dan Amerika Serikat, Irlandia, Australia, Selandia Baru dan lain sebagainya.  Sementara bagi negara yang menggunakan sistem hukum Eropa Kontinental atau Civil Law, misalnya, Indonesia, Jerman, Belanda dan lain sebagainya, doktrin tersebut tidak terlalu populer.  Namun demikian pada kajian ilmu hukum pembahasan mengenai hal ini tetap harus dilakukan.

Pengertian Doktrin Stare Decisis

Doktrin Stare Decisis  adalah istilah dalam bahasa Latin yang juga dikenal dengan istilah Doctrin of Precendent. Kata Stare berasal dari kata “sto, stare, steti, status” yang berarti berdiri, sedangkan decisis merupakan kata kerja “decido, decidere, decidi, decisus” yang berarti untuk memutuskan. Oleh karena itu, Black’s Law Dictionary mengartikannya sebagai “to abide by, or adhere to, decided cases.”

Doktrin ini mengacu pada kewajiban hakim dalam memutus sebuah perkara. Artinya, seorang hakim dalam memutus perkara harus mengikuti putusan hakim terdahulu apabila perkara yang akan diputus memiliki kesamaan fakta dengan perkara yang telah diputus tersebut. Metode berfikir yang digunakan oleh hakim di negara – negara dengan doktrin preseden tersebut adalah induktif, yakni dari khusus ke umum. Putusan yang diambil untuk perkara pada kasus in-konkreto  berlaku sebagai preseden bagi hakim lainnya pada perkara dengan fakta yang serupa.

Namun demikian pada situasi tertentu hakim di negara Common Law tetap diperbolehkan menyimpang dari doktrin tersebut sepanjang dapat membuktikan adanya fakta baru dari perkara yang akan diputus, dengan kata lain fakta tersebut berbeda dengan fakta pada perkara terdahulu.

Baca Juga:  Perbedaan Putusan Sela Dan Putusan Akhir Pada Sidang Pengadilan

Kelebihan Doktrin Stare Decisis

  1. Keseragaman Putusan (Uniformity). Keseragaman putusan adalah manfaat utama yang dapat dicapai dari doktrin Stare Decisis. Keseragaman putusan tersebut berguna untuk menghindarkan perkara yang diputus secara sembarangan.
  2. Lebih efisien. Efisiensi adalah keunggulan lain dari doktrin ini, dimana hakim dalam memutus perkara lebih cepat karena dasar untuk memutus perkara tersebut telah ada sebelumnya. Mereka hanya perlu menggunakan metode analogi untuk melihat kesamaan fakta pada putusan sebelumnya.
  3. Putusan lebih predictible atau dapat diprediksi. Predictibility juga merupakan keunggulan dari doktrin ini. Orang yang berperkara dapat memprediksikan putusan atas perkaranya dengan mengamati putusan – putusan hakim terdahulu yang memiliki kemiripan dengan perkaranya.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas maka disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan doktrin stare decisis adalah doktrin yang berlaku pada negara – negara yang menganut sistem hukum hukum common law atau anglo saxon. Doktrin ini bermakna bahwa hakim dalam memutus perkara terikat untuk mengikuti putusan hakim sebelumnya yang memiliki kesamaan fakta. Metode berfikir hakim adalah induktif, yakni dari khusus ke umum. Adapun kelebihan dari doktrin stare decisis adalah putusan lebih seragam, lebih efisien dalam memutus perkara dan putusan lebih dapat diprediksi.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 2

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini


Tim KlinikHukum.id

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.
(Visited 1,013 times, 1 visits today)

Kesulitan membuat kontrak?

Hubungi kami sekarang!

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi