Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum Kami Ajukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Penjelasan Tentang Delik Dolus Dalam Ilmu Hukum Pidana

4
(4)

Dolus Delicten  atau delik dolus mengacu pada perbuatan pidana yang dilakukan dengan sengaja. Dolus adalah salah satu jenis kesalahan (schuld)  yang dikenal dalam hukum pidana dimana tingkatannya berada di atas culpa, yakni kesalahan yang tidak disengaja, sehingga ancaman pidana untuk delik dolus tersebut lebih berat. Baca artikel terkait: “Pengertian Culpa Dalam Ilmu Hukum Pidana

Tingkatan Dan Jenis Dolus

Ilmu hukum pidana  membedakan delik kesengajaan ke  dalam tiga jenis atau tingkatan, yaitu sebagai berikut:

  1. Sengaja dengan niat (opzet als oogmerk), yakni pelaku sejak awal mengehendaki akibat perbuatannya. Misalnya, A berniat membunuh B kemudian menembaknya dengan pistol yang berakibat terbunuhnya si B. Kematian si B tersebut adalah perwujudan kehendak si A.
  2. Sengaja dengan kesadaran akan kepastian. Dalam hal ini pelaku dalam mewujudkan tujuannya terlebih dahulu melalukan perbuatan atau pelanggaran lain dimana ia menyadari bahwa pelanggaran lain tersebut merupakan jalan untuk mencapai tujuannya. Misalnya, si A hendak menembak mati si B yang sedang duduk dibelakang kaca. Untuk mengenai sasarannya itu maka A harus menembak kaca tersebut sehingga pecah. Oleha kerena itu dalam hal ini A bersalah selain dari pada membunuh B dengan sengaja sebagai niat juga telah dengan sengaja merusak kaca dengan kesadaran akan kepastian. Walapun niatnya  hanya membunuh B tetapi ia juga menembak kaca itu untuk mewujudkan kehendaknya. A mengetahui bahwa perbuatan (membunuh) bertalian dengan memecahkan kaca.
  3. Sengaja dan insyaf akan kemungkinan. Maksudnya adalah bahwa pelaku dalam melakukan perbuatan telah menginsyafi bahwa dengan melakukan perbuatan tersebut ada kemungkinan terjadinya akibat lain selain akibat yang telah dikehendakinya. Sebagai contoh, putusan Hoge Raad tanggal 19 Juni 1911 terhadap sebuah kasus dimana A hendak melakukan pembalasan dendam kepada Kemudian ia mengirimkan sebuah kue tar ke alamat rumah B, dalam kue tar tersebut telah dicampur dengan racun. A sepenuhnya menginsyafi akan kemungkinan besar bahwa istri B akan turut serta makan kue tar tersebut. Walaupun ia tahu, tapi ia tidak menghiraukan. Kemudian hakim memutuskan bahwa perbuatan A terhadap istri B juga dilakukan dengan sengaja, yaitu sengaja dengan kemungkinan.
Baca Juga:  Jenis – Jenis SIM dan Syarat Mendapatkannya

Kitab Undang – Undang Hukum Pidana memiliki beberapa pasal yang terkait dengan delik dolus, yaitu anatara lain sebagai berikut: 

  1. Pasal 354 yaitu dengan sengaja melukai orang lain, atau,
  2. Pasal 231 yaitu dengan sengaja mengeluarkan barang-barang yang disita, atau,
  3. Pasal 232 (2) yaitu dengan sengaja merusak segel dalam penyitaan, atau,
  4. Pasal 187 yaitu dengan sengaja menimbulkan kebakaran,
  5. Pasal 338 yaitu dengan sengaja menyebabkan kematian orang lain.

Kesimpulan

Delik dolus adalah perbuatan pidana yang oleh pelakunya dilakukan dengan sengaja. Delik ini memiliki level kesalahan yang lebih tinggi dari delik culpa, yakni delik yang dilakukan karena kealpaan. Dolus dibedakan atas tiga jenis atau tingkatan, yakni sengaja dengan niat; sengaja dengan kesadaran akan kepastian dan sengaja dan isyaf akan kemungkinan.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4 / 5. 4

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini


Tim KlinikHukum.id

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.
(Visited 2,360 times, 2 visits today)

Kesulitan membuat kontrak?

Hubungi kami sekarang!

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi