Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum Kami Ajukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Pengertian Culpa Dalam Ilmu Hukum Pidana

4.4
(9)

Culpa adalah adalah salah satu objek kajian ilmu hukum pidana yang paling sering didiskusikan. Istilah tersebut memiliki arti yang sama dengan beberapa istilah lain, seperti schuld, onachtzaamhid, emstige raden heef om te vermoeden, redelijkerwijs moetvermoeden, moest verwachten.  Culpa juga biasa disebut dengan kealpaan, kelalaian, kesalahan dan kekurang hati-hatian. Namun demikian untuk memahami pengertian culpa tersebut bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu ada banyak ahli hukum pidana yang secara khusus mengkaji tentang delik culpa.

Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, S.H., melalui salah satu bukunya yang berjudul Asas – Asas Hukum Pidana menyebutkan bahwa culpa adalah  “kesalahan pada umumnya”, tetapi dalam ilmu pengetahuan hukum mempunyai arti teknis, yaitu suatu macam kesalahan si pelaku tindak pidana yang tidak seberat seperti kesengajaan, yaitu kurang berhati-hati sehingga akibat yang tidak disengaja terjadi”. Demikian pula Jan Remmelink dalam bukunya yang berjudul Hukum Pidana menyimpulkan bahwa culpa mencakup kurang (cermat) berpikir, kurang pengetahuan, atau bertindak kurang terarah.

Penjelasan tentang culpa juga dapat dicermati pada Memory van Toelichthing (MvT) sewaktu Menteri Kehakiman Belanda mengajukan Rancangan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana dalam rancangan undang – undang tersebut diuraikan penjelasan tentang kealpaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Kekurangan pemikiran yang diperlukan;
  2. Kekurangan pengetahuan/pengertian yang diperlukan; dan
  3. Kekurangan dalam kebijaksanaan yang disadari.

Culpa pada dasarnya adalah sebuah kesalahan yang tidak disengaja, sehingga tingkatannya berada di bawah dolus (Kesalahan yang disengaja). Meskipun culpa tersebut berakibat celakanya seseorang tetapi akibat tersebut tidak diinginkan oleh pelaku sebagaimana pada dolus yang mana akibat dari perbuatan merupak perwujudan kehendak dari pelaku. Baca artikel tentang Penjelasan Tentang Delik Dolus.

Adapun syarat agar sebuah perbuatan memenuhi kualifikasi sebagai culpa oleh beberapa ahli disebutkan secara berbeda namun tetap memiliki maksud yang kurang lebih sama, misalnya Pompe menyebutkan bahwa; pelaku dapat memperkirakan timbulnya akibat; pelaku mengetahui adanya kemungkinan dan pelaku dapat mengetahui adanya kemungkinan. Sementara itu Van Hammel menyebut dua syarat culpa yaitu; tidak mengadakan penduga – duga sebagaimana diharuskan oleh hukum dan tidak mengadakan penghati – hati sebagaimana diharuskan oleh hukum. Hazenwinkel – Suringa, dan Simons mengemukakan syarat yang sama seperti yang disebutkan Van Hammel tersebut.

Baca Juga:  Hak Mewaris Anak Luar Kawin

Jenis – Jenis Culpa

 Culpa atau kealpaan pada dasarnya dibedakan atas dua jenis, yakni kealpaan yang disadari dan kealpaan yang tidak disadari. Kealpaan yang disadari maksudnya adalah bahwa pelaku dapat menyadari tentang apa yang dilakukannya serta akibatnya tetapi ia percaya dan berharap bahwa akibat tersebut tidak terjadi. Kealpaan jenis ini kemudian dibedakan atas Culpa Levis dan Culpa Lata. Culpa levis termasuk kategori kealpaan ringan sedang culpa lata adalah kealpaan berat.

Sementara kealpaan yang tidak disadari artinya bahwa pelaku melakukan sebuah perbuatan dimana ia tidak menyadari kemungkinan akan timbulnya suatu akibat dari perbuatannya tersebut, meski seharusnya ia dapat menduga akibat tersebut sebelumnya.

 Pengaturan Culpa Dalam KUHP

 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana memiliki beberapa pasal yang secara khusus mengatur tentang tentang culpa, yaitu antara lain sebagai berikut:

  1. Pasal 189 yaitu karena kealpaan menyebabkan kebakaran, atau
  2. Pasal 360 yaitu karena kealpaan menyebabkan orang lain mendapatkan luka-luka berat, atau
  3. Pasal 232 yaitu karena kealpaannya menimbulkan rusaknya segel dalam penyitaan, atau
  4. Pasal 231 (4) yaitu kealpaannya menyebabkan dikeluarkannya barang-barang dari sitaan
  5. Pasal 359, kealpaan yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa.

Kesimpulan

Pengertian Culpa secara umum adalah bentuk kesalahan yang tidak disengaja sehingga derajatnya berada di bawah dolus atau kesalahan yang disengaja.  Syarat culpa adalah pelaku dapat memperkirakan timbulnya akibat dan tidak adanya penghati – hati. Jenis culpa yaitu culpa yang disadari dan culpa yang tidak disadari.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4.4 / 5. 9

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini


Tim KlinikHukum.id

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.
(Visited 3,777 times, 4 visits today)

Kesulitan membuat kontrak?

Hubungi kami sekarang!

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi