Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum Kami Ajukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Jenis Ganti Rugi Akibat Wanprestasi Atas Perjanjian

5
(7)
Macam macam ganti rugi
Jenis Ganti Rugi Akibat Wanprestasi Atas Perjanjian atau Kontrak

Tujuan utama dibuatnya sebuah perjanjian atau kontrak adalah untuk menunjukkan komitmen para pihak dalam menjalankan secara penuh isi perjanjian tersebut, kecuali terjadi keadaan memaksa (force majeure) sehingga para pihak tidak lagi berkewajiban melaksanakan komitmennya. Dalam hal terjadi wanprestasi oleh salah satu pihak yang menyebabkan pihak lainnya menderita kerugian, maka secara hukum pihak yang ingkar janji tersebut harus bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat wanprestasinya.  Di artikel kali ini, kami akan menguraikan macam – macam ganti rugi akibat wanprestasi.

Secara umum jenis ganti rugi sebagaimana dirinci dari beberapa pasal KUHPerdata (Pasal 1329, 1243 dan lainnya) dapat dibedakan atas tiga komponen, yaitu Biaya, Rugi dan Bunga. Berikut ini adalah penjelasan dari masing – masing model ganti rugi tersebut:

Biaya

Biaya dalam hal ini adalah setiap uang atau ongkos yang secara nyata harus dikeluarkan pihak yang dirugikan sebagai akibat tidak dilaksanakannya perjanjian oleh pihak lainnya. Misalnya, dalam sebuah perjanjian jual beli, pihak penjual melakukan wanprestasi, sehingga pembeli harus berusaha membeli barang dari pihak lain meski dengan harga yang lebih tinggi. Selisih harga tersebut termasuk komponen yang harus diganti oleh si penjual. Biaya pengurusan dokumen, akomodasi penginapan dan sebagainya juga termasuk biaya yang dapat dimintakan ganti rugi.

Rugi

Yang dimaksud dengan rugi dalam konteks ini adalah keadaan merosotnya atau berkurangnya nilai kekayaan kreditor atau salah satu pihak yang merupakan akibat langsung dari adanya wanprestasi dari pihak lainnya.

Bunga

Bunga merupakan keuntungan yang seharusnya diperoleh oleh salah satu pihak namun batal didapatkan akibat adanya wanprestasi oleh pihak lainnya. Pengertian bunga dalam hal ini tidak sama dengan bunga yang dimaksud pada pengertian “Bunga Bank” melainkan sebuah keuntungan yang kemungkinan akan didapatkan bilamana perjanjian tetap dilaksanakan.

Disamping ketiga model ganti rugi tersebut, dalam berbagai literatur dan yurisprudensi dikenal model ganti rugi lainnya, yakni antara lain: Ganti rugi yang ditentukan dalam perjanjian; ganti rugi ekspektasi; pergantian biaya; restitusi; quantum meruit; dan pelaksanaan perjanjian.

Ganti rugi yang ditentukan dalam perjanjian maksudnya adalah bentuk dan nilai ganti rugi telah ditentukan atau ditulis dalam perjanjian yang telah disepakati. Ganti rugi ekspektasi adalah model ganti rugi yang mirip dengan ganti rugi bunga, yakni pergantian atas hilangnya keuntungan yang kemungkinan dapat didapatkan bila tidak terjadi wanprestasi. Pergantian biaya (out of pocket expenses) adalah pergantian seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh salah satu pihak yang harus dibayar oleh pihak yang melakukan wanprestasi, sehingga model ini menempatkan para pihak seolah – olah tidak melakukan perjanjian.

Baca Juga:  Syarat - Syarat Dalam Permohonan Pendaftaran Merek

Selanjutnya, ganti rugi restitusi adalah model ganti rugi yang mirip dengan model pergantian biaya, yakni seolah – olah tidak ada perjanjian bedanya bahwa pada model ini salah satu pihak atau kedua belah pihak harus mengembalikan kepada pihak lainnya seluruh nilai tambah, yakni nilai lebih yang telah diterima oleh para pihak sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian. Model quantum meruit sangat mirip dengan restitusi, dimana keduanya menekankan pada pengembalian nilai tambah yang telah diterima. Perbedaannya adalah bahwa nilai pada model restitusi yang harus dikembalikan adalah nilai tambah dalam bentuk asalnya, sebaliknya nilai tambah pada quan quantum meruit bukan dalam wujudnya yang asli, karena benda yang asli sudah tidak dalam posisi dapat dikembalikan lagi, sehingga yang harus dikembalikan adalah harga dari dari nilai tambah yang telah diterima. Model ganti rugi yang terakhir adalah melaksanakan perjanjian persis seperti yang telah diperjanjikan.

Di dalam praktek pelaksanaan ganti rugi atas wanprestasi biasanya dilakukan dengan beberapa model kombinasi, yaitu;

  1. Pemberian ganti rugi dengan kombinasi semua komponen berupa biaya, rugi dan bunga;
  2. Pelaksanaan perjanjian tanpa ganti rugi;
  3. Pelaksanaan perjanjian plus ganti rugi;
  4. Pembatalan perjanjian tanpa ganti rugi; dan
  5. Pembatalan perjanjian plus ganti rugi.

Demikian artikel tentang jenis – jenis ganti rugi akibat wanprestasi. Semoga bermanfaat.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 7

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini


Tim KlinikHukum.id

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.
(Visited 568 times, 1 visits today)

Kesulitan membuat kontrak?

Hubungi kami sekarang!

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi