Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Urutan dan Tahapan Sidang Perkara Perdata

Memahami Urutan dan Tahapan Sidang Perkara Perdata sangat penting bagi seorang advokat, khususnya advokat junior yang baru saja akan memulai karirnya sebagai advokat. Advokat senior atau yang sudah berpengalaman tentu sudah tidak asing dan sudah sangat hapal dengan tata urutan sidang perkara perdata tersebut. Oleh karena itu artikel kali khusus ditujukan untuk para advokat pemula saja atau mereka yang berkepentingan memahami Urutan dan Tahapan Sidang Perkara Perdata.

Secara umum persidangan perkara perdata akan melewati delapan tahapan, yaitu Mediasi, Pembacaan Gugatan, Jawaban, Replik, Duplik, Pembuktian, Kesimpulan dan Putusan. Berikut ini adalah penjelasan dari masing – masing tahapan tersebut.

Mediasi

Mediasi adalah tahapan pertama yang harus dilalui sebelum  proses litigasi. Ketentuan tentang hal ini diatur pada PERMA RI Nomor 1 Tahun 2008, dimana ditegaskan bahwa sidang yang tidak diawali dengan mediasi akan berakibat serius, yakni putusan batal demi hukum. Pada tahapan mediasi tersebut para pihak diberi kesempatan untuk menyelesaiakan perkaranya secaa damai. Mereka dapat menggunakan mediator yang ada di lingkungan PN ataupun mediator dari luar PN. Apabila kedua pihak sepakat untuk berdamai, akan dibuatkan akta perdamaian yang akan dibacakan di persidangan. Sebaliknya bila tidak terjadi perdamaian maka sidang dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Sekedar diketahui bahwa data mediasi di persidangan yang berhasil secara nasional kurang dari 4%.

Pembacaan Gugatan oleh Penggugat

Pembacaan gugatan oleh penggugat adalah tahapan awal proses litigasi. Pada tahapan ini hakim mempersilahkan penggugat untuk membacakan gugatannya terkait dengan hal – hal yang sedang diperkarakan. Perlu diketahui bahwa gugatan paling tidak memuat tiga hal yaitu;

  1. Identitas para pihak, yakni keterangan lengkap para pihak yang sedang berperkara meliputi nama, alamat dan pekerjaan;
  2. Posia gugatan atau juga disebut dengan istilah fudamentum fetendi. Posita gugatan berisi peristiwa hukum yang berhubungan tergugat dan penggugat serta hak – hak yang dilanggar karena adanya peristiwa hukum tersebut.
  3. Petitum atau petita adalah permintaan penggugat kepada majelis hakim dimana harus dilaksanakan oleh tergugat.

Jawaban oleh Tergugat

Tahapan selanjutnya, tergugat diberi kesempatan untuk memberi jawaban atas gugatan yang telah dibacakan sebelumnya. Dalam praktek, biasanya waktu mempersiapkan jawaban sekitar satu minggu setelah penggugat membacakan gugatannya. Pada dasarnya jawaban tergugat tidak diwajibkan, namun apabila ada, kemungkinan jawaban tersebut berupa jawaban yang tidak terkait dengan pokok perkara dan jawaban yang terkait langsung dengan pokok perkara. Jawaban yang tidak terkait dengan pokok perkara juga disebut dengan eksepsi dimana yang dipersoalkan adalah syarat formalitas gugatan yang dapat mengakibatkan gugatan tidak dapat diterima, misalnya masalah kompetensi pengadilan dan error in persona. Kemudian jawaban yang berkaitan dengan pokok perkara dimana dapat berupa pengakuan atau bantahan terhadap fakta – fakta yang diuraikan dalam gugatan.

Disamping itu, pada tahapan ini tergugat juga dapat melakukan gugatan balasan atau Gugatan Rekonvensi, sehingga ia kemudian disebut sebagai Penggugat Rekonvensi, sedangkan penggugat disebut tergugat rekonvensi. Permohonan putusan provisionil juga dapat diajukan pada tahapan ini. Permohonan tersebut berupa permohonan kepada hakim agar dilakukan tindakan sementara yang tidak terkait dengan pokok perkara, misalnya memohon agar pihak lawan menghentikan kegiatan berupa pembangunan di atas obyek sengketa. Apabila, permohonan ini diterima, hakim kemudian mengeluarkanputusan yang disebut sebagai putusan sela.

Replik oleh Penggugat

Baca Juga:  Hierarki Perundang - Undangan Dalam Sistem Hukum Indonesia

Replik adalah jawaban penggugat atau tergugat rekonvensi bila ada gugatan rekonvensi yang berisi bantahan terhadap jawaban tergugat yang disampaikan pada tahapan sebelumnya. Pada tahap ini penggugat berkesempatan untuk meneguhkan gugatannya dengan mematahkan alasan – alasan penolakan yang disampaikan oleh tergugat. Dalam replik, penggugat juga dapat mengemukakan dalil – dalil baru yang belum disampaikan pada gugatan, dimana dalil – dalil tersebut akan lebih memperkuat serta mempertajam gugatan.

Duplik oleh Tergugat

Replik yang disampaikan oleh pengguggat pada tahapan sebelumnya kemudian direspon oleh tergugat dengan duplik, dimana berisi sanggahan atau pembenaran terhadap jawaban – jawaban yang disampaikan oleh penggugat.  Apabila hakim memandang perlu, tahapan replik – duplik dapat dilakukan berulang kali.

Pembuktian

Pengguggat terlebih dahulu diberi kesempatan untuk menyampaikan bukti berupa surat dan saksi serta alat bukti lainnya kemudian dilanjutkan oleh tergugat untuk mendapatkan kesempatan yang sama. Dalam hal obyek perkaranya adalah tanah maka akan dilakukan pemeriksaan setempat. Dalam proses pembuktian, masing – masing pihak berhak menilai bukti – bukti yang disampaikan oleh pihak lawan.

Kesimpulan

Masing – masing pihak dipersilahkan untuk memberi kesimpulan atau pendapat akhir terkait dengan perkara yang sedang berlangsung. Sedangkan majelis hakim bermusyawarah untuk menentukan putusan yang akan dijatuhkan terhadap perkara tersebut.

Putusan

Setelah melewati semua tahapan persidangan, majelis hakim kemudian membacakan putusannya, dimana dapat berupa;

  1. Gugatan diterima, seluruhnya atau sebahagian;
  2. Gugatan ditolak;
  3. Gugatan tidak dapat diterima.

Kesimpulan

Tahapan sidang perkara perdata secara berurutan yaitu Mediasi, Pembacaan Gugatan oleh Penggugat, Jawaban oleh Tergugat, Replik, Duplik, Pembuktian, Kesimpulan dan Putusan. Terkait dengan lamanya sidang tergantung proses dan kerumitan perkara.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4.4 / 5. 10

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 3,609 times, 16 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi