Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Persamaan dan Perbedaan PT dan CV Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Perbedaan PT dan CV
Perbedaan Pokok antara PT (Perseroan terbatas) dengan CV  (Commanditaire Vennootschaft)

PT dan CV adalah dua bentuk perusahaan yang paling popular di Indonesia. Oleh karena itu para pelaku usaha ketika hendak mendirikan perusahaan sering  dihadapkan pada dua opsi tersebut, bahkan cenderung menjadi dilema. Di artikel kali ini, KlinikHukum.ID akan mengulas tuntas kedua jenis perusahaan itu dan fokus pada persamaan dan perbedaan PT dan CV, kelebihan serta kekurangannya.

PT  atau Perseoran Terbatas diatur dengan Undang – Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang PT (Perseroan terbatas) – UUPT serta beberapa peraturan perundang – undangan lainnya, yakni PP 29/2016 dan PP 43/2011. Sementara pengaturan tentang CV (Commanditaire Vennootschaft) dapat dilihat pada Kitab Undang – Undang Hukum Dagang (KUHD), yakni antara lain pada pasal 23, 24 dan 28.

Persamaan

Persamaan PT dan CV tentu saja bahwa keduanya adalah bentuk perusahaan yang diakui secara hukum dan diatur melalui peraturan perundangan – undangan atau hukum positif. Kedua jenis perusahaan ini adalah yang paling popular dibanding jenis perusahaan atau badan usaha yang lain seperti Fima dan Persekutuan Perdata. Poin penting persamaan PT dan CV lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Pendirinya harus berjumlah minimal dua orang;
  2. Akta pendirian harus otentik dan dibuat oleh notaris;
  3. Wajib memiliki perizinan – perizinan, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

Perbedaan

Terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara PT dan CV,yakni meliputi status, pendiri, pembentukan atau pendirian, modal, pengurus, tanggung jawab dan kewajiban perpajakan.

Status PT dan CV

Status dari masing – masing perusahaan ini adalah pembeda pertama dari keduanya. PT bersatus sebagai badan hukum sejak mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM. Sementara CV tidak berstatus badan hukum, karena memang pendiriannya tidak memerlukan pengesahan menteri.

Pendiri PT dan CV

Pendiri PT dapat merupakan warga Negara Republik Indonesia atau pun warga negara asing. Sementara pendiri CV harus warga Negara Indonesia.

Pembentukan atau Pendirian PT dan CV

Setelah PT dan CV mendapatkan akta pendirian dari notaris, PT harus mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM sedangkan CV tidak memerlukan pengesahan Menteri namun tetap harus didaftarkan ke Sistem Administrasi Badan Usaha (SABU) Kementerian Hukum dan HAM.

Besaran Modal PT dan CV

PP No. 29 Tahun 2016 menentukan bahwa besaran modal PT pada saat didirikan tergantung kesepakatan dari para pendirinya, dimana minimum 25% dari modal tersebut harus ditempatkan dan disetor penuh. Demikian pula para pendiri CV harus menyertakan pemasukan ke dalam perusahaan, namun tidak ada ketentuan minimum seperti yang berlaku pada PT.

Pengurus PT dan CV

Pengurusan PT dilakukan oleh direksi dan jajarannya yang ditentukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Komisaris atau pengawas juga harus ada dalam PT, tapi bukan termasuk pengurus perusahaan. Pemilik atau pemegang saham yang tidak masuk dalam jajaran direksi tidak boleh melakukan pengurusan pada perusahaan. Sementara pengurusan CV hanya boleh dilakukan oleh sekutu aktif saja yang diberi kewenangan mengurus. Sekutu tidak aktif tidak diperkenankan melakukan pengurusan meskipun memiliki kuasa.

Baca Juga:  Alasan Perceraian Menurut Ketentuan Perundang – Undangan

Tanggung Jawab

PT sebagai perusahaan berbadan hukum sepenuhnya bertanggungjawab terhadap segala kerugian yang dibebankan kepada perusahaan. Harta dari para pemegang saham terpisah dari harta perusahaan, oleh karena itu harta pemegang saham tidak dapat digunakan untuk melaksanakan tanggungjawab perusahaan. Sementara tanggung jawab pada CV hanya dibebankan pada sekutu aktif saja.

Perpajakan

PT sebagai badan hukum adalah subjek pajak yang berkewajiban membayar pajak. Oleh karena PT harus memiliki NPWP. Sementara CV tidak termasuk subjek pajak, sehingga pembayaran pajak hanya dibebankan kepada masing – masing sekutu.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan PT dibanding dengan CV antara lain sebagai berikut:

  1. Mudah mendapat pinjaman modal karena statusnya sebagai badan hukum.
  2. Dikelola secara profesional karena dipegang oleh masing-masing ahlinya yang menjabat pada dewan direksi.
  3. Tidak  bergantung terhadap pemimpin dan pemegang saham sehingga kelangsungan perusahaan lebih terjamin
  4. Kesejahteraan bagi karyawan lebih terjamin.

Kekurangan PT dibanding dengan CV antara lain sebagai berikut:

  1. Proses pendirian lebih sulit dan rumit.
  2. Kemungkinan adanyan praktek nepotisme dalam pemilihan direksi karena pemegang saham terbesar sangat menentukan.
  3. Adanya kewajiban perusahaan untuk memegang pajak.

Kelebihan CV dibanding dengan PT antara lain sebagai berikut:

  1. Modal relatif lebih kecil.
  2. Tanggung jawab sekutu pasif terbatas.
  3. Mudah dalam pencarian kredit.

Kekurangan CV dibanding dengan PT antara lain sebagai berikut:

  1. Modal yang telah disetor oleh sekutu pasif sulit untuk ditarik kembali karena telah digunakan sebagai modal.
  2. Tanggung jawab sekutu aktif tidak terbatas.
  3. Harta kekayaan pesero aktif dapat disita jika perusahaan mengalami kebangkrutan karena statusnya yang bukan badan hukum.

Demikian penjelasan tentang persamaan, perbedaan, kelebihan serta kekurangan PT dan CV.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 4

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 3,629 times, 10 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi