Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Perbedaan Harta Bawaan Dan Harta Bersama Bagi Pasangan Suami Isteri

Perbedaan Harta Bawaan Dan Harta Bersama
Perbedaan Harta Bawaan Dan Harta Bersama

Dalam banyak perkara perceraian, persoalan pembagian harta selalu menjadi masalah yang paling sering mengemuka. Harta yang akan dibagi tersebut tentu yang termasuk harta bersama saja bukan harta bawaan masing – masing atau jenis harta lain yang berkedudukan sama dengan harta bawaan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui mana harta yang termasuk harta bawaan dan mana yang termasuk harta bersama. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan antara harta bawaan dan harta bersama tersebut.

Harta Bawaan

Yang dimaksud dengan harta bawaan adalah harta yang diperoleh oleh masing – masing pasangan suami isteri sebelum terikat dalam ikatan perkawinan. Harta bawaan tersebut menjadi hak masing – masing dan tidak bercampur dengan harta yang diperoleh dalam perkawinan. Disamping harta bawaan tersebut, terdapat jenis harta lain yang juga menjadi hak masing – masing suami isteri, yakni  harta yang diperoleh sebagai hibah atau hadiah, wasiat ataupun warisan. Hal ini sejalan dengan ketentuan pasal 87 ayat (1) Kompilasi Hukum Islam (KHI) dimana disebutkan bahwa;

“Harta bawaan masing-masing suami dan istri dan harta yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah dibawah penguasaan masing-masing, sepanjang para pihak tidak menentukan lain dalam perjanjian perkawinan.”

Ketentuan KHI tersebut juga sejalan dengan Undang – Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yakni pada pasal 35 ayat (2) sebagai berikut:

“Harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah dibawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain”.

Harta Bersama

Harta bersama atau harta gono gini adalah harta benda yang diperoleh selama perkawinan. Pengertian ini didasarkan pada kententuan pada pasal 35 ayat (1) UU Perkawinanan yang menyatakan bahwa “Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama”.  Harta bersama tersebut tidak mempersoalkan siapa yang memperolehnya, apakah suami atau isteri, selama perolehannya pada saat ada ikatan pernikahan maka tersmasuk harta bersama. Hal ini sesuai dengan apa yang telah tentukan KHI, yakni pada pasal 1 huruf f sebagai berikut:

“Harta kekayaan dalam perkawinan atau Syirkah adalah harta yang diperoleh baik sendiri-sendiri atau bersama suami-isteri selama dalam ikatan perkawinan berlangsung selanjutnya disebut harta bersama, tanpa mempersoalkan terdaftar atas nama siapapun.”

Masing – masing pihak memiliki hak terhadap harta bersama tersebut. Oleh karena itu segala bentuk tindakan terhadap harta itu harus atas persetujuan kedua belah pihak. Kemudian apabila terjadi perceraian yang mengharuskan adanya pembagian harta bersama, maka pengaturan harta diatur menurut hukum agama, hukum adat dan hukum lainnya. Dalam praktek, pembagian harta bersama dilakukan secara merata kepada kedua belah pihak.

Baca Juga:  Agar Permohonan Pailit Dikabulkan, Perhatikan Syarat ini

Baca juga: “Alasan Perceraian Menurut Ketentuan Perundang Undangan

Kesimpulan

Harta bawaan adalah harta yang menjadi hak masing – masing pasangan suami isteri yang meliputi harta yang diperoleh sebelum pernikahan, diperoleh sebagai hadiah, wasiat ataupun warisan. Sedangkan harta bersama adalah harta yang dimiliki secara bersama oleh pasangang suami isteri dimana diperoleh setelah adanya ikatan pernikahan.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4.8 / 5. 8

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 2,957 times, 6 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi