Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Penjelasan Tentang Arti Perbuatan Melawan Hukum Dalam Konsep Hukum Perdata

Arti Perbuatan Melawan Hukum
Konsep Perbuatan Melawan Hukum

Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) secara khusus mengatur tentang perbuatan melawan hukum melalui pasal 1365, dimana pada pasal tersebut disebutkan bahwa; “Tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian   kepada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian untuk mengganti kerugian tersebut.” Namun demikian bunyi pasal tersebut tidak cukup menjelaskan tentang arti dari perbuatan melawan hukum itu sendiri. Oleh karena itu pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang makna perbuatan melawan hukum tersebut, khususnya dilihat dari perspektif ilmu hukum perdata.

Perbuatan Melawan Hukum (PMH) atau onrechtmatige daad lazimnya dipahami sebagai setiap perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau undang – undang tertulis. Namun dalam konsep ilmu hukum maknanya menjadi lebih luas, yakni tidak hanya mencakup perbuatan yang melanggar undang – undang tetapi melanggar  kesusilaan dan kepantasan yang berlaku di masyarakat.  Konsep ini mulai diperkenalkan sejak putusan Hoograad, Mahkamah Agung Belanda pada 31 Januari 1919 atas kasus Arrest Lindenbaum-Cohen, dimana putusan tersebut memperluas arti perbuatan melawan hukum menjadi tidak hanya terbatas pada pelanggaran terhadap undang – undang atau hukum tertulis saja, tetapi juga meliputi pelanggaran terhadap hukum tidak tertulis termasuk kepatutan dan kepantasan. Oleh karena itu, arti perbuatan melawan hukum secara luas juga meliputi unsur – unsur yaitu sebagai berikut:

  1. Melanggar hak orang lain;
  2. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku, atau;
  3. Bertentangan dengan kesusilaan yang baik, atau;
  4. Bertentangan dengan kepatutan yang terdapat dalam masyarakat terhadap diri atau barang orang lain.
Baca Juga:  Penjelasan Tentang Delik Dolus Dalam Ilmu Hukum Pidana

Selanjutnya bunyi pasal 1365 KUHPerdata sebagaimana disebutkan diatas mempertegas makna dari perbuatan melawan baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas, dimana disebutkan bahwa setiap pebuatan yang merugikan orang lain berakibat adanya kewajiban bagi sipelaku untuk memberikan ganti – rugi atas kerugian itu. Adapun unsur – unsur dari perbuatan melawan hukum berdasarkan konsep KUHPerdata tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Adanya perbuatan melawan hukum;
  2. Adanya unsur kesalahan;
  3. Adanya kerugian;
  4. Adanya hubungan sebab akibat antar perbuatan dengan kerugian.

Dengan demikian Perbuatan melawan dalam perspektif ilmu hukum perdata berkaitan dengan “berbuat” dan “tidak berbuat” yang mana keduanya dapat menimbulkan kerugian bagi bagi orang lain.

Baca Juga: Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi, Bagaimana Membedakannya?

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 1

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 89 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi