Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Pengertian Tindak Pidana Makar Berdasarkan Kitab Undang Undang Hukum Pidana

Istilah makar berasal dari terjemahan bahasa Belanda yakni dari “aanslag” yang terdapat dalam Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch Indie (WvSNI) dimana diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti “menyerang”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah makar memiliki beberapa makna, yaitu 1 akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya; 3 perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah. Dengan demikian berdasarkan pengertian – pengertian tersebut  maka secara umum makar dapat maknai sebagai upaya melawan pemerintahan yang sah.

Lebih lengkap makna makar dapat ditelusuri di dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP). Pengaturan makar dalam pasal – pasal KUHP menunjukkan bahwa perbuatan tersebut termasuk delik atau tindak pidana. Berikut adalah antara lain bunyi pasal – pasal tentang makar dalam KUHP:

Bunyi pasal 104:

Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Bunyi Pasal 106:

Makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian atau seluruh wilayah negara diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Bunyi pasal 107:

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Bunyi Pasal 108

(1) Barang siapa bersalah karena pemberontakan, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun: 1. orang yang melawan pemerintah Indonesia dengan senjata; 2. orang yang dengan maksud melawan Pemerintah Indonesia menyerbu bersama-sama atau menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan Pemerintah dengan senjata.

(2) Para pemimpin dan para pengatur pemberontakan diancam dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Berdasarkan pengaturan pada pasal – pasal di atas, nampak jelas bahwa tindak pidana makar termasuk kategori kejahatan terhadap negara, dimana dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Makar dengan maksud menyerang keselamatan Presiden dan Wakil Presiden yang memerintah (Pasal 104 KUHP);
  2. Makar dengan maksud menyerang keutuhan wilayah NKRI (Pasal 106 KUHP); dan
  3. Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah (Pasal 107 KUHP).
Baca Juga:  Ancaman Pidana Terhadap Pencemaran Nama Baik di Media Sosial

Selain kejahatan terhadap pemerintan dan wilayah NKRI, makna makar juga meliputi kejahatan terhadap wilayah dan pimpinan negara sahabat, dimana dihal ini diatur pada pasal 139 – 140 KUHP.

Hal penting lain terkait dengan makar adalah Poging atau percobaan melakukan tindak pidana, sebagaimana disebutkan dalam pasal 87 KUHP, yaitu;

“Dikatakan ada makar untuk melakukan suatu perbuatan apabila ada niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan seperti disebut Pasal 53 KUHP.”

Adapun syarat-syarat suatu tindak pidana dapat disebut percobaan (poging) melakukan tindak pidana, menurut ketentuan pasal 53 KUHP adalah:

  1. Niat sudah ada untuk berbuat kejahatan itu;
  2. Orang sudah memulai berbuat kejahatan itu; dan
  3. Perbuatan kejahatan itu tidak jadi sampai selesai, oleh karena terhalang oleh sebab-sebab yang timbul kemudian, tidak terletak dalam kemauan penjahat itu sendiri.

Dengan demikian percobaan makar berdasarkan ketentuan pasal tersebut sudah dapat dikenakan sanksi pidana meskipun belum terlaksana.

Kesimpulan:

Pengertian makar menurut Kitab Undang – Undang Hukum Pidana adalah kejahatan terhadap pemerintah dan wilayah NKRI dan pemerintah dan wilayah negara sahabat. Terdapat tiga jenis makar, yakni menyerang keselamatn presiden dan wakil presiden, menyerang wilayah negara dan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 1

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 78 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi