Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Syarat – Syarat Dalam Permohonan Pendaftaran Merek

Kronologis & Peristiwa:

Selamat siang tim KlinikHukum.id. Saya seorang pengusaha yang sedang mengembangkan sebuah produk. Untuk kepentingan marketing dan pengembangan produk saya, saya berencana mendaftarkan merek untuk produk tersebut. Tetapi sebagai orang awam di dunia hukum, khususnya tentang merek, saya kurang paham harus memulai dari mana. Saya khawatir apabila merek yang akan saya daftarkan ditolak oleh departemen terkait. Oleh karena itu saya bermaksud mengajukan pertanyaan tentang masalah tersebut.

Pertanyaan:

Apakah yang harus saya persiapkan atau perhatikan sebelum mengajukan pendaftaran merek?

Jawaban:

Saudara penanya, Sumber hukum utama tentang merek di Indonesia diatur dengan beberapa peraturan perundang – undangan, yakni antara lain Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU Merek). Terhadap undang – undang merek tersebut diberlakukan beberapa peraturan pelaksanaan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2018, Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2017, Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016, dan lain sebagainya.

Merek menurut pengertian UU Merek, yakni Pasal 1 ayat (1), bahw: “Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.”  Dengan demikian jelas bahwa unsur pokok yang harus ada pada merek adalah unsur pembeda dengan barang atau jasa yang dimiliki oleh pihak lainnya.

Selanjutnya, terkait pendaftaran merek, Undang – Undang Merek mengaturya melalui Pasal 20 sampai dengan Pasal 22. Pada Pasal 20 disebutkan bahwa sebuah merek tidak dapat didaftarkan apabila:

  1. bertentangan dengan ideologi negara,peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan,
    atau ketertiban umum;
  2. sama dengan, berkaitan dengan, atau hanya menyebut barang dan/atau jasa yang dimohonkan
    pendaftarannya;
  3. memuat unsur yang dapat menyesatkan masyarakat tentang asal, kualitas, jenis, ukuran, macam, tujuan
    penggunaan barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya atau merupakan nama varietas
    tanaman yang dilindungi untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;
  4. memuat keterangan yang tidak sesuai dengan kualitas, manfaat, atau khasiat dari barang dan/atau jasa
    yang diproduksi;
  5. tidak memiliki daya pembeda; dan/atau
  6. merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum.

Oleh karena itu sebelum mendaftarkan merek, anda harus memastikan bahwa keenam hal tersebut tidak akan menjadi penghalang permohonan merek produk anda.   Kemudian Pasal 21 menentukan bahwa merek akan ditolak permohonannya apabila merek tersebut memiliki persamaan dengan merek terdaftar atau telah dimohonkan oleh pihak lain yang mana berlaku untuk barang atau produk sejenis. Merek yang memiliki persamaan dengan merek terkenal dan Indikasi Geografis terdaftar juga akan ditolak permohonannya.

Baca Juga:  Ingin Mendirikan Perusahaan? Pahami Dulu Jenis Perusahaan Di Indonesia

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan sebelum mendaftarkan merek, yakni bahwa merek tersebut bukan merupakan atau menyerupai nama atau singkatan nama orang terkenal, foto, atau nama badan hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak; bukan merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera, lambang atau simbol atau emblem suatu negara, atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang; atau bukan  merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang digunakan oleh negara atau lembaga Pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

Prosedur pendaftaran merek itu sendiri diatur melalui Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016, dimana diatur bahwa Permohonan merek diajukan ke Menteri, baik oleh pemohon sendiri ataupun kuasanya. Untuk keperluan permohonon tersebut pemohon harus mempersiapkan hal – hal sebegai berikut:

  1. Bukti pembayaran biaya permohonan;
  2. Label merek sebanyak tiga lembar;
  3. Surat pernyataan kepemilikan merek
  4. Surat kuasa, jika permohonan diajukan melalui kuasa;
  5. Bukti prioritas, jika menggunakan hak prioritas.

Sekali lagi sebelum anda mengajukan permohonan merek agar memperhatikan hal – hal di atas baik yang berhubungan dengan syarat substansi merek itu sendiri maupun yang berhubungan dengan syarat administrasi permohonannya. Demikian, terima kasih.

Tim KlinikHukum.id

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata / 5.

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 114 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi