Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Motor Kredit Dialihkan Ke Orang Lain, Bagaimana Hukumnya?

Kronologis & Peristiwa:

Selamat sore KlinikHukum.id, saya memiliki perkara yang berkaitan dengan motor yang saya beli secara leasing. Motor tersebut telah saya gunakan selama kurang lebih satu tahun, angsurannya pun selalu saya lunasi tepat waktu. Hingga sekitar dua bulan lalu, tanpa sepengatahuan saya motor itu digadaikan oleh salah seorang sepupu saya ke orang lain, dan uang hasil gadainya telah habis ia gunakan. Tentu saja saya tidak bisa menerima hal ini, kemudian memutuskan untuk tidak mau lagi membayar angsurannya. Kemudian dua hari lalu pihak leasing mendatangi saya dan meminta saya untuk melunasi tunggakan. Kemudian saya ceritakan keadaan yang sebenarnya. Sampai di sini saya ingin menanyakan kepada KlinikHukum.id tentang kasus ini.

Pertanyaan:

Siapakah yang harus bertanggungjawab secara hukum berdasarkan peristiwa tersebut?

Jawaban:

Saudara penanya, terima kasih atas pertanyaan anda. Kasus seperti yang anda alami sebenarnya banyak terjadi di masyarakat dimana terkait dengan pengalihan barang yang sebenarnya belum menjadi hak milik. Konsep hak milik secara hukum diatur pada pasal 570 KUH Perdata, yaitu:

“Hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu benda dengan sepenuhnya dan untuk berbuat sebebas-bebasnya terhadap benda itu, asal tidak bertentangan dengan undang-undang atau peraturan umum yang ditetapkan oleh suatu kekuasaan yang berwenang menetapkannya, dan tidak menimbulkan gangguan terhadap hak-hak orang lain, dengan tidak mengurangi kemungkinan pencabutan hak itu untuk kepentingan umum berdasarkan atas ketentuan undang-undang dengan pembayaran ganti kerugian”

Berdasarkan ketentuan tersebut, jelas bahwa pemiliki suatu benda suatu benda memiliki hak seutuhnya berbuat apa saja terhadap benda atau barang kepunyaannya, termasuk menjual kembali, memberikan kepada orang lain bahkan menghancurkannya selama hal itu tidak bertentangan dengan undang – undang.

Selanjutnya, bagaimana sebuah hak milik diperoleh seseorang. Ada banyak cara untuk mendapatkan hak milik tersebut, antara lain disebutkan secara limitatif pada pasal 574 KUH Perdata. Menurut pasal tersebut, bahwa salah satu cara mendapatkan hak milik adalah melalui penyerahan (levering) dari pemilik barang ke orang lain sehingga terjadi pengalihan hak. Penyerahan umumnya dilakukuan dengan cara jual beli yang sah secara hukum. Jual beli itu sendiri menurut Pasal 1457 KUH Perdata adalah;

“Suatu perjajian dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu benda dan pihak lain membayar harga yang telah di janjikan”

Praktek leasing adalah salah satu bentuk penglihan barang yang sering disalahpahami oleh masyarakat. Akad leasing tentu saja berbeda dengan akad jual beli, meskipun keduanya  menyebabkan terjadinya penyerahan barang. Jual beli, disamping ada pengalihan barang juga ada pengalihan hak milik, sementara leasing hanya ada pengalihan barang tanpa disertai pengalihan hak milik. Dengan demikian sangat jelas perbedaan antara jual beli dan leasing. Leasing juga sering diistilahkan dengan jual – pinjam, dimana peminjam tidak dapat dianggap sebagai pemilik barang.

Baca Juga:  Apakah Perkara Wanprestasi Dapat Dituntut Secara Pidana?

Oleh karena dalam leasing tidak terjadi pengalihan hak milik maka kewenangan kita terhadap barang tersebut juga sangat terbatas. Kita tidak berhak menyerahkan barang itu kepada orang lain dimana dalam penyerahan disertai dengan pengalihan hak. Gadai seperti pada kasus yang anda alami adalah salah satu bentuk penyerahan yang disertai dengan pengalihan hak, dimana dalam hal ini pemegang gadai berhak meyimpan barang digadaikan hingga waktu yang perjanjikan. Oleh karena itu gadai terhadap barang yang kuasai atas dasar leasing tidak dapat dibenarkan secara hukum.

Lalu bagaimana dengan kasus anda dimana gadai dilakukakan tanpa sepengetahuan anda dan juga diluar kemauan anda. Motor yang anda kredit adalah sepenuhnya adalah hak milik perusahaan leasing, anda menguasainya atas dasar perjanjian jual pinjam dan berhak memakainya. Kemudian motor yang anda pinjam tersebut, hilang, dalam artian lepas dari penguasaan anda karena digadaikan oleh sepupu anda. Dengan kata lain barang yang anda pinjam telah hilang dari tangan anda. Artinya, sampai di sini anda dapat disebut tidak mampu mempertahankan amanah. Persoalan alasan dibalik ketidakmampuan tersebut adalah soal lain, yang jelas ketidakmampuan anda tersebut adalah kerugian bagi pihak perusahaan leasing. Oleh karena itu ada konsekuensi hukum yang berlaku untuk anda.

Kemudian tindakan sepupu anda menggadaikan motor yang sama sekali bukan miliknya sama sekali tidak bisa dibenarkan baik menurut hukum perdata maupun hukum pidana. Kemudian penerima gadai juga telah lalai menerima barang yang tidak jelas alas haknya tapi dia berhak meminta ganti rugi kepada sepupu anda atas kerugian yang dideritanya. Motor tetap menjadi hak perusahaan leasing. Demikian jawaban kami. Terima kasih.

Tim KlinikHukum.id

 

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 5

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 55 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi