Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Memahami Pasal Pencemaran Nama Baik Dalam KUHP

Masalah pencemaran nama baik dalam pergaulan sehari – hari semakin sering kita temukan di dalam masyarakat. Istilah pencemaran nama baik itu sendiri merujuk  delik “Penghinaan”  yang diatur pada beberapa pasal di dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni pasal 310 sampai dengan pasal 311.

Sebelum kita menguraikan delik penghinaan dalam pasal – pasal KUHP tersebut, mari kita cermati pengertian penghinaan sendiri. R. Soesilo,melalui bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal,  menerangkan bahwa, kata “menghina” dalam KUHP berarti “menyerang kehormatan dan nama baik seseorang” dimana yang diserang ini biasanya merasa “malu” “Kehormatan” yang diserang di sini hanya mengenai kehormatan tentang “nama baik”, bukan “kehormatan” dalam lapangan seksuil,. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka teranglah bagi bagi kita makna pencemaran nama baik yang diatur dalam KUHP.

Selanjutnya mari kita lihat unsur – unsur delik pencemararan nama baik tersebut sebagaimana disebutkan pada pasal 310 KUHP, dimana secara lengkap bunyi pasal tersebut yaitu sebagai berikut:

(1)  Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2)  Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(3)  Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Rumusan ayat (1) tersebut menjelaskan bahwa unsur – unsur delik pencemaran nama baik, yaitu sebagai berikut:

  1. Dengan sengaja
  2. Menyerang kehormatan atau nama baik orang lain
  3. Menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu, dan
  4. Dengan maksud yang nyata supaya diketahui oleh umum.

Sekarang mari kita lihat penjelasan dari masing – masing unsur tersebut. “dengan sengaja” adalah unsur kesalahan yang pertama dan unsur kesalahan kedua ada pada kata-kata “dengan maksud”. Sikap batin “sengaja” ditujukan pada perbuatan  menyerang kehormatan atau nama baik orang (perbuatan dan objek perbuatan). Kemudian “menyerang kehormatan atau nama baik orang lain” bukan dalam pengertian menyerang secara fisik tetapi kehormatan dan perasaan mengenai nama baik orang, dimana objeknya adalah harga diri seseorang.

Baca Juga:  Pengertian Culpa Dalam Ilmu Hukum Pidana

Menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu”,  yakni menggunakan kata – kata melalui ucapan yang menuduh sesorang telah melakukan suatu perbuatan tertentu. Menyebut seseorang dengan kata-kata yang tidak sopan, seperti bodoh, malas, anjing kurapan dan lain sebagainya tidak termasuk dalam unsur ini. Yang terakhir adalah dengan maksud yang nyata supaya diketahui oleh umum”,  dimana hal ini berkaitan dengan sikap batin seoseorang yang menginginkan agar perbuatan yang ditiduhkan diketahui oleh orang lain.

Dari pasal 310 tersebut juga dapat disimpulkan, bentuk pencemaran nama baik dapat dilakukan baik secara verbal maupun secara tertulis. Terhadap bentuk pencemaran nama baik tersebut masing – masing dikenakan hukuman yang berbeda.  Kemudian, pengecualian diberikan apabila perbuatan tersebut  jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.

Kesimpulan:

Pencemaran nama baik merupakan delik penghinaan yang diatur dalam KUHP, yakni pasal 310 sampai dengan pasal 321.  Adapun unsur penghinaan tersebut adalah (1) Dengan sengaja; (2) Menyerang kehormatan atau nama baik orang lain; (3) Menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu, dan (4) Dengan maksud yang nyata supaya diketahui oleh umum.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata / 5.

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 107 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi