Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Memahami Arti Ultra Petita Pada Putusan Hakim

Arti Ultra Petita merujuk pada putusan hakim atas perkara tertentu dimana putusan tersebut melebihi apa yang diminta oleh penggugat. Boleh tidaknya seorang hakim memutus perkara secara ultra petita tergantung ranah dari perkara yang diputus tersebut. Hakim pada perkara pidana serta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dapat menjatuhkan putusan ultra petita. Sebaliknya hakim pada perkara perdata serta sengkata Tata Usaha Negara (TUN) tidak dibolehkan menjatuhkan putusan yang bersifat ultra petita.

Pada pemeriksaan perkara pidana dan perkara di Mahkamah Konstitusi yang dicari adalah kebenaran materil. Sehingga hakim dalam memeriksa perkara bersifat aktif dan bebas mempertimbangkan segala sesuatunya yang terkait dengan perkara  yang sedang diperiksa tersebut. Di dalam KUHAP tidak ada satu pasal pun yang mengatur keharusan hakim untuk memutus perkara sesuai dengan tuntutan jaksa. Hakim bebas menentukan berat ringannya pemidanaan sesuai dengan batasan minimum dan maksimum hukuman atas perkara yang diperiksa. Baik Putusan hakim MK maupun putusan hakim kasus pidana  pada dasarnya bertujuan untuk melindungi kepentingan publik.  Sehingga putusan ultra petita dibenarkan sepanjang hal tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan masyarakat luas atau publik.

Sementara dalam pemeriksaan perkara perdata dan TUN yang dicari adalah kebenaran formil sehingga  putusan ultra petita dilarang secara tegas. Larangan ini diatur dalam pasal 178 ayat (2) dan (3) Het Herziene INdonesisch Reglement (HIR) serta padanannya dalam Pasal 189 ayat (2) dan (3) RBg. Berbeda dengan hakim di MK dan perkara pidana, hakim perkara perdata bersifat pasif dan tidak bebas menentukan putusannya. Ia hanya boleh mempertimbangkan bukti – bukti yang diajukan dimuka sidang dan putusannya harus  sesuai dan tidak melebihi apa yang dimuat dalam petitum surat gugatan yang diajukan oleh penggugat. Apabila hakim memutus melebihi apa yang diminta dalam petitum tersebut maka hakim dianggap telah salah menerapkan hukum serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku, sehingga para pihak yang berpekara dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Baca Juga:  Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi, Bagaimana Membedakannya?

Kesimpulan

Arti Ultra Petita adalah putusan hakim yang melebihi apa yang diminta dalam petitum penggugat. Larangan untuk memutus secara ultra petita berlaku bagi hakim yang mengadili perkara perdata, sedangkan bagi hakim yang mengadili perkara pidana serta hakim Mahkamah Konstitusi boleh memutus secara ultra petita.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 3.7 / 5. 3

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 609 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi