Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Macam-Macam Hak Atas Tanah Yang Harus Diketahui

Jenis - Jenis Hak Atas Tanah
Jenis – Jenis Hak Atas Tanah Di Indonesia

Persoalan kepemilikan atas tanah telah secara rinci diatur dalam dalam Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Pokok – Pokok Agraria. Salah satu hal penting yang diatur dalam undang – undang agraria tersebut adalah jenis – jenis hak atas tanah, dimana yang paling pokok adalah Hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai dan hak sewa.  Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang hak – hak tersebut sehingga akan nampak jelas perbedaan dan persamaannya masing – masing.

Hak Milik

Hak milik pada prinsipnya merupakan hak yang paling kuat dibanding hak lainnya. Hak ini dimiliki oleh individu – individu yang merupakan warga Negara Republik Indonesia serta badan hukum Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Artinya, mereka yang berstatus sebagai warga negara asing atau badan hukum asing tidak dapat memiliki tanah di Indonesia. Hal ini adalah konsekuensi dari dianutnya asas kebangsaan dalam hukum agraria Indonesia.  Disamping itu, hak milik bersifat individual, yakni hanya dapat dimiliki oleh individu atau badan hukum yang sangat terbatas, seperti badan hukum mesjid, gereja, sekolah atau badan hukum lain yang memiliki fungsi sosial, dimana sifat ini tidak berlaku pada jenis hak yang lain.

Sebagai hak terkuat dan terpenuh, maka hak milik tersebut oleh undang – undang disebutkan memiliki konsekuensi hukum sebagai berikut:

  1. Pemegang hak memiliki kewenangan yang lebih luas dari jenis hak lainnya;
  2. Masa berlakunya tidak terbatas;
  3. Dapat beralih, dialihkan atau dapat dijadikan jaminan hutang sebagai hak tanggungan;
  4. Dapat dibebaskan atau dicabut oleh pemerintah untuk kepentingan umum, mengingat semua hak – hak atas tanah mempunyai fungsi individu sekaligus fungsi sosial.

Hak Guna Usaha (HGU)

Pengertian Hak Guna Usaha atas tanah adalah hak kebendaan atas tanah yang dikuasai oleh negara yang diberikan kepada seseorang atau badan hukum sesuai persyaratan undang – undang, untuk jangka waktu tertentu, dengan luas minimum tertentu, yang diperuntukkan untuk usaha bidang pertanian, perikanan dan peternakan. Kepemilikan HGU atas tanah juga menganut asas kebangsaan, sehingga orang asing serta badan hukum asing tanpa kecuali tidak dapat memilikinya. Disamping itu, HGU juga dapat beralih, dialihkan atau dijadikan jaminan hutang sebagai hak tanggungan.

Berdasarkan pengertian tersebut kemudian dapat dirangkum beberapa yang menjadi karakteristik Hak Guna Usaha Atas Tanah, yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat dimiliki baik oleh individu maupun badan hukum;
  2. Hak Gunan Usaha memiliki jangka waktu terbatas, yakni maksimum 25 tahun atau maksimum 35 tahun dengan masing – masing perpanjangan hingga 25 tahun berikutnya. Pembatasan demikian tidak berlaku untuk hak milik;
  3. Peruntukan Hak Guna Usaha hanya semata untuk usaha pertanian, peternakan dan perikanan saja, bukan yang lain;
  4. Luas minimum HGU adalah 5 hektar, dengan ketentuan apabila diperuntukkan untuk usaha yang memerlukan tanah 25 hektar atau lebih maka harus menggunakan modal yang layak dan teknologi canggih.

Hak Guna Bangunan (HGB)

Hak ini merupakan hak kebendaan atas tanah yang dikuasai oleh negara atau tanah milik orang lain yang diberikan kepada seorang warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia sesuai persyaratan perundang – undangan yang berlaku, untuk jangka waktu tertentu yang peruntukannya untuk mendirikan bangunan di atas tanah tersebut.

Hak Guna Bangunan memiliki persamaan dengan Hak Milik ataupun Hak Guna Usaha dalam hal dianutnya asas kebangsaan, dimana HGB juga hanya dapat diberikan kepada warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.  Kemiripan lainnya adalah bahwa HGB juga dapat beralih, dialihkan atau dijadikan jaminan hutang sebagai hak tanggungan.

Baca Juga:  Pengertian Culpa Dalam Ilmu Hukum Pidana

Namun demikian HGU memiliki karakteristik tersendiri yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat dimiliki baik oleh individu maupun badan hukum;
  2. Diberikan untuk jangka waktu tertentu, yakni maksimum 30 tahun dengan kemungkinan perpanjangan selama maksimum 20 tahun;
  3. Peruntukannya hanya untuk mendirikan bangunan saja, bukan yang lain;
  4. Dapat diberikan baik atas tanah milik orang lain ataupun atas tanah yang dikuasai oleh negara. Hal ini juga merupakan pembeda dengan HGU yang hanya dapat diberikan atas tanah yang dikuasai oleh negara.

Hak Pakai

Hak Pakai adalah hak kebendaan atas tanah milik orang lain atau atas tanah yang dikuasai oleh negara yang diberikan kepada seseorang atau badan hukum sesuai persyaratan undang – undang yang berlaku, untuk jangka waktu tertentu dimana peruntukannya untuk menggunakan atau memungut hasil dari tanah tersebut.

Hak Pakai juga dapat dialihkan atas izin dari pejabat yang berwenang jika hak pakainya adalah atas tanah yang dikuasai oleh negara atau sesuai kesepakatan pemilik tanah jika tanahnya adalah milik orang lain.

Berbeda dengan Hak Milik, HGU dan HGB, Hak Pakai tidak menganut asas kebangsaan sehingga orang asing atau badan hukum asing boleh memilikinya. Karakteristik lain dari hak pakai, yaitu sebagai berikut:

  1. Dapat dimiliki baik oleh individu maupun badan hukum;
  2. Umumnya untuk jangka waktu tertentu, kecuali hak pakai yang diberikan untuk dipakai oleh kedutaan asing;
  3. Peruntukannya tidak untuk tujuan khusus seperti HGU dan HGU tetapi untuk tujuan apa saja sehingga memiliki kemiripan dengan hak milik;
  4. Dapat diberikan baik atas tanah milik orang lain ataupun tanah yang dikuasai oleh negara;
  5. Meskipun dapat dijadikan jaminan tetapi tidak dengan hak tanggungan tetapi dengan jaminan fidusia saja.

Hak Sewa

Hak Sewa atas tanah adalah hak perorangan atas tanah milik orang lain, yang diberikan kepada seseorang atau badan hukum sesuai persyaratan perundang – undangan untuk jangka waktu tertentu yang peruntukannya untuk mendirikan atau menggunakan bangunan atas tanah tersebut.

Seperti halnya hak pakai, terhadap hak ini tidak berlaku asas kebangsaan, sehingga orang asing dan badan hukum asing dapat memilikinya. Berikut ini adalah rangkuman dari karakteristik Hak sewa:

  1. Dapat dimiliki baik oleh individu maupun badan hukum;
  2. Hanya dapat beralih (diwariskan) jika ditentukan dalam perjanjian sewa tersebut;
  3. Bukan merupakan hak kebendaan sehingga tidak dapat dijadikan jaminan, baik jaminan hak tanggungan maupun jaminan fidusia;
  4. Jangka waktu berlakunya bergantung pada kesepakatan dengan pemilik tanah;
  5. Hanya dapat diberikan atas tanah milik orang lain.

Pendaftaran Hak Atas Tanah

Undang – Undang Agraria mengharuskan pendaftaran setiap peralihan, penghapusan, dan pembebanan hak atas tanah berupa hak milik, hak guna usaha, dan hak guna bangunan. Sedangkan untuk hak pakai dan hak sewa tidak memerlukan pendaftaran.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 6

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 462 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi