Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Hak Mewaris Anak Luar Kawin

Hukum Waris Anak Luar Kawin
Cara anak luar kawin mendapatkan warisan

Dalam hal kewarisan, Kitab Undang – Undang Hukum Perdata menganut prinsip, bahwa hanya mereka yang memiliki hubungan hukum saja dengan pewaris yang berhak mewaris.  Oleh karena itu, berdasarkan pada prinsip tersebut maka anak luar kawin pada dasarnya tidak dapat menjadi ahli waris dari orang tua biologisnya.

Anak luar kawin itu sendiri secara umum diartikan sebagai anak yang dilahirkan atau dibuahi oleh orang tua yang tidak terikat perkawinan. Tidak adanya ikatan perkawinan tersebut menyebabkan anak dan orang tuanya tidak memiliki hubungan hukum sehingga tidak dapat mewarisi harta peninggalannya.

Hak Mewaris Anak Luar Kawin Berdasarkan KUHPerdata

Hukum Kewarisan berdasarkan KUHPerdata tetap memberi peluang kepada anak luar kawin untuk menjadi ahli waris dengan syarat ayah atau ibunya mengakuinya sebagai anak biologisnya. Pengakuan tersebut menjadi dasarnya timbulnya hubungan hukum antara orang tua dan anak luar kawin yang bersangkutan. Pengakuan anak luar kawin tidak berlaku bagi anak zina anak sumbang, dimana hal ini diatur pada Pasal 272 KUHPerdata, yaitu sebagai berikut:

‘’Anak luar kawin yang dapat diakui adalah anak yang dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi tidak dibenihkan oleh seorang pria yang berada dalam ikatan perkawinan yang sah dengan ibu anak tersebut, dan tidak termasuk kelompok anak zina dan dan anak sumbang’’.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka anak zina dan anak sumbang tidak dapat diakui sebagai anak sehingga keduanya sama sekali tidak dapat menjadi ahli waris, tetapi masih berhak mendapat nafkah seperlunya berdasarkan ketentuan pasal 867 KUHPerdata.

Baca Juga:  Penghinaan Di Facebook, Begini Ancaman Hukumannya

Hak Mewaris Anak Luar Kawin Berdasakan Hukum Islam

Berbeda halnya dengan hukum waris KUHPerdata, hukum waris Islam sama sekali menutup kemungkinan anak luar kawin untuk mendapatkan warisan dari orang tua biologisnya, kecuali dengan ibunya atau keluarga ibunya saja. Hukum Islam juga tidak mengenal pranata pengakuan anak yang dapat dijadikan dasar timbulnya hubungan hukum antara ayah dan anak luar kawinnya. Hubungan hukum dalam hal nasab juga tidak berlaku antara ayah dan anak luar kawin, kecuali dengan ibu dan keluarga ibunya saja.

Demikian penjelasan tentang hak mewaris anak luar kawin. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4.6 / 5. 8

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 204 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi