Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Syarat Dan Prosedur Berkarir Sebagai Advokat

Profesi advokat atau pengacara adalah salah satu profesi yang paling diinginkan oleh mereka yang berlatar belakang pendidikan hukum atau Sarjana Hukum. Oleh karena itu Cara dan Prosedur Berkarir Sebagai Advokat sangat penting untuk diketahui. Sebelum menjelaskan tentang syarat dan prosedur tersebut terlebih dahulu saya ingin menjelaskan tentang dasar hukum dan pengertian advokat itu sendiri.

Profesi advokat diatur melaui Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. Adapun pengertian advokat berdasarkan UU Advokat tersebut sebagaimana terbaca pada pasal 1 angka 1, yaitu sebgai berikut:

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang ini.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa profesi advokat adalah secara khusus memberikan jasa hukum tidak hanya di dalam pengadilan tetapi juga di luar pengadilan. Jasa hukum tersebut dapat berupa berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien atau pengguna jasa. Oleh karena lingkup pekerjaan seorang advokat sangat luas, dimana tidak hanya terbatas pada ruang persidangan.

Hal lain yang perlu diketahui sejak dikeluarkannya UU Advokat, maka statu profesi ini adalah sebagai penegak hukum yang sejajar dengan penegak hukum lainnya, dalam hal ini hakim, jaksa dan polisi. Keempat profesi tersebut kemudian dikenal sebagai penegakan hukum di Indonesia. Hal ini berdasarkan ketentuan pasal 5 ayat (1) UU Advokat, sebagai berikut:

Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan

Syarat Menjadi Advokat

Selanjutnya mengenai syarat untuk menjadi seorang advokat. Syarat pertama yang harus dipenuhi adalah bahwa calon advokat harus warga negara Indonesia yang berlatar belakang pendidikan hukum dan sudah berumur sekurang – kurangnya 25 tahun. Mengenai syarat tersebut, UU Advokat melalui pasal 3 ayat (1) menhaturnya secara lengkap, yaitu sebagai berikut:

  1. warga negara Republik Indonesia;
  2. bertempat tinggal di Indonesia;
  3. tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
  4. berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
  5. berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1);
  6. lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat;
  7. magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat;
  8. tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  9. berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan mempunyai integritas yang tinggi.
Baca Juga:  Asas Kewarganegaraan: Ius Soli Dan Ius Sanginus

Selain syarat tersebut diatas, seorang calon advokat diharuskan telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang dilaksanakan oleh organisasi advokat (Lihat Pasal 2 ayat (1)  Undang – Undang Advokat.

Prosedur Menjadi Advokat

Bagi calon advokat yang telah memenuhi syarat sebagaimana dijelaskan di atas selanjutnya dapat diangkat sebagai advokat setelah diadakan penyumpahan di Pengadilan Tinggi yang wilayahnya meliputi domisili calon advokat. Untuk mengikuti penyumpahan, calon advokat, harus mempersiapkan dokumen – dokumen sebagai berikut:

  1. Fotokopi ijasah pendidikan tinggi hukum yang telah dilegalisir.
  2. Fotokopi Sertifikat Pendidikan Khusus Profesi Advokat.
  3. Fotokopi Sertifikat Ujian Profesi Advokat.
  4. Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang masih berlaku atau keterangan domisili   sementara.
  5. Fotokopi kartu ijin sementara.
  6. Pas foto terbaru berlatar belakang warna merah ukuran 3 x 4 dan 4×6 sebanyak 3 (tiga) lembar.
  7. Fotokopi KTPA Pimpinan Kantor Advokat/LBH.
  8. Fotokopi KTPA Advokat Pendamping (kalau berbeda dengan Pimpinan Kantor  Advokat/LBH).
  9. Surat Keterangan Magang.
  10. Laporan Berkala Pelaksanaan Magang (beserta laporan Sidang) untuk 6 (enam) Perkara PERDATA dan 3 (tiga) Perkara PIDANA.
  11. Surat Pernyataan tidak berstatus sebagai PNS, TNI, POLRI, dan atau pejabat negara (bermeterai Rp 6.000,-).
  12. Surat Pernyataan tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih (bermeterai Rp 6.000).
  13. Formulir Pendaftaran – Sumber PERADI

Demikian artikel tentang cara dan prosedure berkarir sebagai advokat. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata / 5.

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 81 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi