Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Enam Bentuk Alternatif Penyelesaian Sengketa

Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) atau Alternative Dispute Resolution (ADR) adalah cara penyelesaikan sengketa di luar dari sistem litigasi.  Litigasi sendiri adalah istilah yang merujuk pada bentuk penyelesaian sengketa secara konvesional yakni melalui sidang di pengadilan. Sengketa dalam hal ini adalah sengketa perdata atau bisnis antara satu subjek hukum dengan subjek hukum yang lainnya.

Adapun landasan hukum APS sebagai salah saru bentuk penyelesaian sengketa mengacu pada ketentuan Pasal 6 ayat (1) Undang – Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrasi Dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UU Arbitrasi & APS), dimana disebutkan bahwa:

“Sengketa atau beda pendapat perdata dapat diselesaikan oleh para pihak melalui alternatif penyelesaian sengketa yang didasarkan pada itikad baik dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di Pengadilan Negeri.”

Dengan demikian sangat jelas bahwa penyelesaian sengketa secara hukum dimungkinkan sepanjang hal itu disepakati oleh para pihak.  Kemudian terkait dengan bentuk – bentuk APS tersebut, UU Arbitrasi & APS menyebutkannya dalam pada pasal 1 angka 10, dimana disebutkan bahwa Alternatif Penyelesaian Sengketa adalah lembaga penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui prosedur yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian di luar pengadilan dengan cara konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, atau penilaian ahli. Disamping itu Arbitrasi pada dasarnya juga merupakan bentuk penyelesaian di luar pengadilan namun keputusan harus mendapat pengesahan dari pengadilan.

Selanjutnya tentang pengertian dari masing – masing bentuk APS tersebut, sebagaimana dirangkum dari pendapat Frans Winarta dalam salah satu bukunya yang berjudul Hukum Penyelesaian Sengketa, yaitu sebagai berikut:

  1. Konsultasi: suatu tindakan yang bersifat “personal” antara suatu pihak tertentu (klien) dengan pihak lain yang merupakan pihak konsultan, dimana pihak konsultan memberikan pendapatnya kepada klien sesuai dengan keperluan dan kebutuhan kliennya.
  2. Negosiasi: suatu upaya penyelesaian sengketa para pihak tanpa melalui proses pengadilan dengan tujuan mencapai kesepakatan bersama atas dasar kerja sama yang lebih harmonis dan kreatif.
  3. Mediasi: cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator.
  4. Konsiliasi: penengah akan bertindak menjadi konsiliator dengan kesepakatan para pihak dengan mengusahakan solusi yang dapat diterima.
  5. Penilaian Ahli: pendapat para ahli untuk suatu hal yang bersifat teknis dan sesuai dengan bidang keahliannya.
Baca Juga:  Kelebihan Mediasi Sebagai Model Penyelesaian Sengketa Yang Efektif

Sedangkan Arbitrasi oleh UU Arbitrasi & APS, yakni pasal 1 angka 1 adalah cara penyelesaian suatu sengketa perdata diluar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.

Kesimpulan:

Penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau Alternatif Penyelesaian Sengketa dijamin oleh UU Arbitrase & APS. Bentuk Penyelesaian Sengketa Non Litigasi adalah Konsultasi, Negosiasi, Mediasi, Konsiliasi, Penilaian Ahli dan Arbitrasi.

 

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 4 / 5. 5

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 4,415 times, 2 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi