Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Batas Umur Anak Belum Dewasa Menurut Perundang Undangan

Anak di bawah umur adalah istilah yang lazim digunakan untuk merujuk kepada individu yang belum mencapai usia tertentu atau juga sebut sebagai anak belum dewasa. Akan tetapi batasan usia belum dewasa tersebut tidak seragam baik berdasarkan konsep awam maupun berdasarkan konsep hukum. Dari segi hukum batasan umur belum dewasa sangat bervariasi bergantung pada masing – masing perundang – undangan yang bersangkutan. Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan batasan umur belum dewasa berdasarkan berberapa perundangan – undangan yang berlaku.

Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUHP)

Berdasarkan ketentuan salah satu pasal dalam KUHP, yakni pasal 45, bahwa usia anak yang belum dewasa adalah 16 tahun. Namun demikian R. Soesilo melalui salah satu bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal mengemukakan bahwa yang dimaksudkan “belum dewasa” ialah mereka yang belum berumur 21 tahun dan belum kawin. Apabila seoseorang telah kawin kemudian bercerai pada sebelum mencapai umur 21 tahun, ia tetap dianggap telah dewasa.

Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) dan Kompilasi Hukum Islam (KHI)

KUH Perdata sangat jelas menentukan bahwa seseorang belum dapat dikategorikan sebagai dewasa apabila belum mencapai umur 21 tahun dan tidak pernah kawin sebelumnya. Ketentuan ini terbaca pada pasal 330, yaitu sebagai berikut:

Yang belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun dan tidak kawin sebelumnya

Demikian halnya dengan Kompilasi Hukum Islam pada pasal 98 ayat 1 mentukan bahwa setelah anak mencapai umur 21 tahun maka ia termasuk sudah dewasa. Berikut adalah bunyi pasal tersebut:

Batas umur anak yang mampu berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun, sepanjang anak tersebut tidak bercacat fisik maupun mental atau belum pernah melangsungkan perkawinan

Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014

Batasan umur anak menurut undang undang perlindungan anak adalah 18 tahun. Hal ini pengertian anak yang tercantum pada pasal 1 angka 1, yaitu sebagai berikut:

Anak adalah seseorang yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan

Batasan usia delapan 18 belas tahun secara seragam ditentutkan oleh peraturan perundang – undangan yang lain yaitu sebagai berikut:

  1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan – lihat pasal 47
  2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan – lihat pasal 1 angka 26
  3. Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan – lihat pasal 1 angka 8
  4. Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak – lihat pasal angka 3, 4 dan 5
  5. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia – lihat pasal 1 angka 5
  6. Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi – lihat pasal 1 angka 4
  7. Undang-Undang No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia – lihat pasal 4 huruf h
  8. Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang – lihat pasal 1 angka 5

SK Mendagri Dirjen Agraria Direktorat Pendaftaran Tanah (Kadaster) No. Dpt.7/539/7-77, tertanggal 13-7-1977 (“SK Mendagri 1977”)

Baca Juga:  Jenis – Jenis Putusan Hakim Dalam Hukum Acara Perdata

Kategorisasi dewasa menurut peraturan ini dibedakan atas tiga, yakni dewasa secara politik, dewasa secara seksuil dan dewasa secara hukum. Usia dewas secara politik adalah 17 tahun, dewasa secara seksuil adalah 18 tahun sementara dewasa secara hukum tidak ditentukan secara pasti. Berikut adalah  kutipan lengkap dari ketentuan tersebut:

  1. dewasa politik, misalnya adalah batas umur 17 tahun untuk dapat ikut Pemilu;
  2. dewasa seksuil, misalnya adalah batas umur 18 tahun untuk dapat melangsungkan pernikahan menurut Undang-Undang Perkawinan yang baru;
  3. dewasa hukum. Dewasa hukum dimaksudkan adalah batas umur tertentu menurut hukum yang dapat dianggap cakap bertindak dalam hukum.

Kesimpulan

Berdasarkan ketentuan beberapa peraturan perundang undangan sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa batas usia belum dewasa anak bervariasi, yakni 17, 18 dan 21 tahun. Namun demikian sebagian besar peraturan perundang undangan tersebut menentukan bahwa usia 18  tahun adalah batasan usia dewasa, artinya sebelum mencapai umur tersebut seseorang masih digolongkan sebagai anak dan setelah mencapai usia tersebut maka termasuk sudah dewasa.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 1 / 5. 1

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 639 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi