Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Kajian Tentang Asas Praduga Tak Bersalah – Presumption of Innocent

Asas Praduga Tak Bersalah atau Presumption of Innocent adalah salah satu asas pokok dalam hukum pidana sekaligus menjadi asas yang paling penting dalam praktek penegakan hukum dimana pun. Bahkan asas ini adalah salah satu asas yang tua dalam ilmu hukum, dimana sistem hukum Common Law telah dikenal sejak ke-11,  khususnya di Inggris, dalam Bill of Rights (1648). Pemikiran yang mendasari asas ini adalah individualistik –liberalistik yang berkembang sejak pertengahan abad ke 19 sampai saat ini.

Begitu pentingnya asas praduga tak bersalah tersebut  menjadikannya salah satu asas yang telah dikonkritkan dalam beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

Pengertian

Pengertian dasar tentang praduga tak bersalah dapat disimpulkan dari Penjelasan Umum KUHAP butir ke 3 huruf c yaitu:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan di muka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Dengan demikian esensi dari asas tersebut adalah bahwa tersangka, terpidana dan siapa saja dianggap telah melakukan kesalahan atau pelanggaran hukum hanya berdasarkan putusan pengadilan yang inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Pengertian ini juga sejalan dengan ketentuan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman, yaitu:

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap.”

Tujuan

Tujuan pokok dari penerapan asas praduga tak bersalah dalam penegakan hukum adalah untuk memberi jaminan agar  hak-hak tersangka atau terdakwa sebagai manusia tidak dilanggar oleh para penegak hukum atau oleh siapa saja.  Hal ini senada dengan penjelasan M. Yahya Harahap, S.H., dimana beliau menuliskan bahwa;

Tersangka harus ditempatkan pada kedudukan manusia yang memiliki hakikat martabat. Dia harus dinilai sebagai subjek, bukan objek. Yang diperiksa bukan manusia tersangka. Perbuatan tindak pidana yang dilakukannyalah yang menjadi objek pemeriksaan. Ke arah kesalahan tindak pidana yang dilakukan pemeriksaan ditujukan. Tersangka harus dianggap tidak bersalah, sesuai dengan asas praduga tak bersalah sampai diperoleh putusan pengadilan yang telah berkekuatan tetap.”

Kesmpulan

Baca Juga:  Cara dan Prosedur Membubarkan Perseroan Terbatas (PT)

Pengertian asas praduga tak bersalah atau presumption of innocent dapat disederhanakan yaitu sebagai berikut:  Hak seseorang tersangka atau terdakwa untuk tidak dianggap bersalah sampai ada putusan pengadilan yang menyatakan sebaliknya.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 5

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 224 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi