Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Asas Kewarganegaraan: Ius Soli Dan Ius Sanginus

Asas Kewarganegaraan
Pengertian & Perbedaan Ius Soli dan Ius Sanginus

Ius Soli dan Ius Sanginus adalah dua jenis asas kewarganegaaraan yang menjadi landasan untuk menentukan status kewarganegaraan seseorang. Kedua asas tersebut adalah asas yang umum dianut  oleh berbagai negara di dunia. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan pengertian kedua asas tersebut  serta negara – negara yang menganutnya.

Asas Ius Soli

Adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan pada tempat kelahirannya. Misalnya, seseorang dilahirkan di Amerika Serikat akan menjadi warganegara Amerika Serikat meskipun kedua orang tuanya berkewarganegaraan Malaysia. Dengan demikian tempat kelahiran seseorang menjadi hal yang paling pokok untuk mendapatkan kewarganegaraannya.

Pemberlakuan asas ius soli oleh berbagai negara dunia dilakukan tanpa syarat dan dengan syarat – syarat tertentu. Tanpa syarat artinya, setiap bayi yang lahir di wilayah negara yang bersangkutan otomatis menjadi warganegara tersebut. Ius soli tanpa syarat dianut oleh Amerika Serikat beserta beberapa negara lainnya seperti Antigua dan Barmuda, Argentina, Barbados, Belize, Brasil, Kanada, Chad, Chile, Kuba, Ekuador, El Salvador, Fiji, Grenada, Guatemala, Guyana, Honduras, Jamaika, Lesotho, Meksiko, Pakistan, Panama, Paraguay, Peru, Saint Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Uruguay and Venezuela.

Negara seperti Republik Dominika, Malaysia, Australia, Kolumbia dan Irlandia memberlakukan asas ius soli tersebut dengan syarat – syaat tertentu, misalnya bayi yang lahir di wilayah negara tersebut akan diakui sebagai warganegara jika orang tuanya tinggal di negara itu secara legal atau mendapat ijin tinggal permanen.

Asas Ius Sanginus

Adalah asas dimana status kewarganegaraan seseorang yang ditentukan oleh keturunan atau kewarganegaraan kedua orang tuanya. Misalnya, bayi dilahirkan di wilayah negara China, sementara kedua orang orang tuanya berasal dan berkewarganegaraan Indonesia, maka otomotis bayi tersebut menjadi warganegara Indonesia. Asas ius sanginus tersebut dianut oleh mayoritas negara – negara di dunia termasuk Indonesia.

Baca Juga:  Makna dan Akibat Force Majeure Dalam Suatu Perjanjian

Perbedaan negara – negara dunia dalam menganut kedua asas kewarganegaraan di atas menyebabkan adanya kemungkinan sesorang tidak memiliki status kewarganegaraan tertentu atau apartride dan berkewarganegaraan ganda atau bipartride. Apartride terjadi apabila seorang bayi lahir di negara yang menganut asas ius sanginus sementara orang tuanya berasal dari negara yang menganut asas ius soli. Sementara bipartride bisa terjadi apabila seorang bayi lahir di negara yang menganut ius soli sementara orang tuanya berasal dari negara yang menganut ius sanginus. Untuk mengatasi kedua hal ini, maka orang yang bersangkutan diberi hak opsi, yakni hak untuk memilih suatu kewarganegraan dan hak repudiasi, yakni hak untuk menolak kewarganegaraan.

Kesimpulan

Asas kewarga negaraaran terbagi atas dua, yaitu asas ius soli dan asas ius sanginus. Asas ius soli adalah asas untuk menentukan status kewargaanegraan seseorang berdasarkan tempat kelahirannya, sedangkan asas ius sanginus adalah asas untuk menentukan kewarganegaraan berdasarkan keturanannya.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 1

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 1,119 times, 2 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi