Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Dapatkan Legal Opinion dari Konsultan Hukum KamiAjukan Proposal Sekarang!

Mulai dari Rp.2.500.000

Alasan Perceraian Menurut Ketentuan Perundang – Undangan

Masalah perceraian di Indonesia diatur dengan beberapa perundang – undangan, yaitu Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Inpres Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kemudian terkait dengan alasan – alasan untuk mengajukan gugatan atau permohonan perceraian ke pengadilan  disebutkan pada pasal – pasal tertentu di masing – masing perundang –undangan tersebut.

Alasan Perceraian Menurut KUH Perdata

Alasan – alasan perceraian yang diatur melalui Kitab Undang – Undang Hukum Perdata disebutkan pada pasal 209, yaiu sebagai berikut:

  1. zina;
  2. meninggalkan tempat tinggal bersama dengan itikad buruk;
  3. dikenakan hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat lagi, setelah dilangsungkan perkawinan;
  4. pencederaan berat atau penganiayaan, yang dilakukan oleh salah seorang dan suami isteri itu terhadap yang lainnya sedemikian rupa, sehingga membahayakan keselamatan jiwa, atau mendatangkan luka-luka yang berbahaya.

Alasan Perceraian Menurut Undang – Undang Perkawinan

Undang – Undang Perkawinan  menyebutkan enam (6) yang dapat menjadi dasar mengajukan gugatan cerai di pengadialan, yakni pada pasal 39 sebagai berikut:

  1. Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sulit disembuhkan.
  2. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-berturut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
  3. Salah satu pihak mendapatkan hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain.
  5. Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami istri.
  6. Antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
Baca Juga:  Kreditor Dengan Hak Preferensi Menurut Hukum Jaminan

Alasan Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam

Sementara itu Kompilasi Hukum Islam pada pasal 116 juga menyebut seluruh alasan yang telah disebutkan pada Undang – Undang Perkawinan di atas dan menambahkan dua alasan lainnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Suami melanggat taklik talak,
  2. Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan ketidakrukunan dalam rumah tangga.

Kesimpulan

Alasan perceraian diatur dan disebutkan dengan jelas pada beberapa peraturan perundang – undangan, yaitu Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), Undang – Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Secara umum alasan – alasan tersebut memiliki kesamaan kecuali beberapa penambahan masing – masing pada Undang – Undang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, yaitu salah satu pihak mendapat cacat badan sehingga tidak mampu menjalankan kewajibannya sebagai suami isteri, terjadi perselisihan terus – menerus, suami melanggar taklik talak dan salah satu pihak murtad. Untuk mengajukan gugatan atau permohonan cerai ke pengadilan salah satu dari alasan – alasan yang telah disebutkan di atas harus ada.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi anda?

Rating rata-rata 5 / 5. 5

Maafkan kami artikel ini tidak bermanfaat bagi anda!

Berikan saran anda kepada kami tentang artikel ini

(Visited 281 times, 1 visits today)
Advokatus
+ Artikel Lainnya

Advokatus adalah tim yang berpengalaman menyajikan konten hukum berkualitas di IDLEGAL. Selain itu para advokatus juga bertugas menjawab pertanyaan atas permasalahan hukum yang diajukan pada fitur Forum Konsultasi Hukum Online di platform ini.

Kesulitan membuat kontrak?---Hubungi kami sekarang!---

Mulai Rp.500.000, sudah termasuk konsultasi